Coretan makna
Demo Anarkis Salah
Siapa?
Kebijakan
demi kebijakan terus dikeluarkan oleh pemerintah kita dengan alasan untuk
mensejahterahkan rakyat dan negaranya. Dalam kebijakan yang diambil terkadang
tidak disetujui oleh masyarakat dengan alasan kebijakan yang diambil tidak sesuai
dengan realita yang ada di lapangan. Hal inilah yang membuat masyarakat
melakukan demo sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi mereka. Namun
pemerintah seolah-olah acuh terhadap aspirasi yang dilontarkan oleh masyarakat
yang melakukan demonstrasi. Sehingga demonstran yang menyuarakan aspirasi
rakyat merasa geram dengan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini
yang menjadi pemicu utama demonstran melakukan tindakan yang tidak sewajarnya
dengan kata lain Demo Anarkis.
Sekarang
ini hampir setiap hari stasiun televisi menayangkan aksi demonstran yang turun
ke jalan dengan niat menyalurkan aspirasi mereka dengan cara anarkis, mereka
beranggapan bahwa demo anarkis saja tidak didengarkan apalagi demo yang
dilakukan biasa-biasa saja. Paradigma ini menjadi pemicu utama untuk demonstran
untuk berbuat anarkis dalam kegiatan demonstrasi yang dilakukan namun, dampak
yang ditimbulkan oleh demonstran yang melakukan tindakan anarkis bersifat
negatif, contohnya saja melakukan pengrusakan sarana dan prasarana negara
seperti perkantoran pemerintah, membakar ban yang menimbulkan polusi, memblokir
jalan sehingga mengakibatkan kemacetan yang semuan ujung-ujungnya berimbas
kepada masyarakat umum karena mengganggu rutinitas warga
Menurut
salah seorang warga, mengaku bahwa demonstran melakukan anarkis dikarenakan
adanya pemicu dari pihak aparat yang melakukan pengamanan terhadap demonstran.
Terkadang aparat memberikan pancingan atau sentuhan khusus kepada demonstran
sehingga bisa jadi pemicu terhadapi demonstran untuk anarkis. Pengakuan dari
salah seorang warga aparat sengaja memberikan bahan pemicu untuk melakukan
tindakan anarkis agar para demonstran bisa sesegera mungkin bubar dari aksi
yang mereka lakukan, dengan alasan bahwa aparat sudah kelelahan mengamankan
demonstran yang sudah memakan durasi yang begitu lama. Namun kecil kemungkinan
hal ini bisa terjadi namun kemungkinan bisa terjadi sekitar 10% saja
Dari
paparan di atas menimbulkan pertanyaan yang membuat masyarakat umum bingung,
sebenarnya yang salah siapa sehingga demo anarkis ini bisa terjadi dan salah
siapa jika demo anarkis ini dilakukan.
Dari
focus group discussion (FGD) yang di adakan oleh LPM Penalaran UNM pada
tanggal 26 Januari 2014 bertempat di lantai-1
gedung Phinisi UNM, dari berbagai ide-ide dan paparan teman FGD saya
menyimpulkan dengan persentase kesalahan yang di antar ketiga di atas adalah
Demonstran 40%, Pemerintah 30% dan Aparat 10%
Di
sini saya mempersentasekan demonstran lebih besar daripada yang lainnya karena
merekalah faktor utama penyebab demo anarkis bisa terjadi. Menurut artikel yang
dilansir oleh Zainal Abidin memaparkan bahwa tindakan anarkis yang ditimbulkan
ada beberapa faktor yang pertama adalah, memang ada demonstran yang sengaja
melakukan tindakan demo anarkis karena dorongan politik yang sengaja mendanai
demonstran di kalangan mahasiswa untuk melakukan aksi kekerasan dalam demo
dengan alasan politik tertentu1. Dan menurut pengakuan dari salah
satu mahasiswa menuturkan hal yang sama
yaitu mereka sengaja melakukan kericuhan dalam demonstrasi karena mereka
dibayar untuk itu. Faktor yang kedua adalah, demo yang dilakukan dengan anarkis
akan menarik perhatian media massa untuk melakukan peliputan, dengan tujuan ketika
mahasiswa melakukan demo yang anarkis maka mereka meyakini akan diliput dalam
stasiun televisi tertentu sehingga popularitas akan mereka dapatkan hal ini
didukung oleh teori yang mengatakan bahwa masa transisi dari remaja ke dewasa
mereka memerlukan aktualisasi dan pengakuan dari luar terhadap apa yang mereka
kerjakan, dan kebanyakan data yang diambil demo yang sering anarkis adalah
masih di dominasi dari kalangan pelajar yaitu mahasiswa yang umurnya masuk
dalam kategori transisi remaja ke dewasa2. Faktor yang ketiga adalah
memang benar-benar aspirasi mereka tidak dihiraukan oleh pemerintah yang bersangkutan,
ini berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami sehingga membuat kami para
demonstran geram sehingga memicu untuk melakukan demo anarkis.
Pemerintah
saya persentasikan 30% dengan alasan bahwa pemerintah juga menjadi penyebab
demonstran melakukan aksi anarkisme dikarenakan kebijakan yang diambil bersifat
tertutup dan tidak transparan terhadap pengeluaran kebijakan. Faktor yang
lainnya juga adalah terkadang pemerintah acuh terhadap aspirasi yang disurakan
oleh masyarakat yang diwakilkan oleh demonstran mahasiswa. Andai saja
pemerintah bisa lebih terbuka dan independen dalam pengambilan kebijakan
mungkin demo anarkis bisa di hindarkan.
Dalam
resume ini aparat saya persentasikan 10%. Ini merupakan persentasi kecil untuk
menjadi faktor terjadinya demo yang anarkis. Karena pada dasarnya aparat hanya
mengamankan para demonstrasi. Namun menurut pengakuan dari beberapa teman bahwa
ada segelintir aparat yang sengaja melakukan provokasi kepada demonstran agar
para demonstran cepat usai, tapi masih bersifat hipotesis.
Dari paparan yang dikemukakan di atas dapat
disimpulkan bahwa semua bisa saja salah.
Kita harus kembalikan kepada individu masing-masing. Untuk itu, kita
harus introspeksi diri terhadap langkah yang kita ambil. Dan pemerintah harus
terbuka dalam pengambilan kebijakan serta mendengarkan aspirasi dari masyarakat.
Comments
Post a Comment