MENDINAMISASIKAN KELOMPOK

MENDINAMISASIKAN KELOMPOK

Amal Jaya / 1344042018
Univesty State Of Makassar

Manusia merupakan makhluk mono-dualis, yakni sebagai makhluk individu dan juga sebagai makhluk sosial. Manusia dikatakan makhluk individu dikarenakan manusia adalah unik, manusia dilahirkan dari turunan genetik yang berbeda serta terlahir membawa jasmani dan rohaniah berbeda pula baik secara bentuk fisik dan jiwa atau tingkah lakunya. Dikatakan sebagai makhluk sosial pula karena kebutuhan individu seseorang tidak dapat terpenuhi melainkan interaksi individu-individu lainnya.
Olehnya itu manusia memulai kehidupannya dengan membentuk kelompok, agar kebutuhan individunya dapat terwujud, kebutuhan tersebut dimulai paling dasar yakni fisiologis sampai pada aktualisasi diri. Kelompok merupakan perkumpulan dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama serta diikat oleh aturan-aturan atau norma yang disepakati dalam kelompok.
Namun terkadang seseorang tidak mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan kelompok. Olehnya itu diperlukan langkah konkret untuk kembali mengharmonisasikan kehidupan kelompok, salah satu caranya adalah dengan mendinamisasikan kelompok tersebut.  Dalam dinamisasi kelompok yang harus diperhatikan adalah aspek pembentukan kelompok tersebut yakni aspek psikologis dan sosiologisnya. Dari pola aspek pembentukan kelompok maka sangat dibutuhkan fasilitator yang mampu mengharmoniskan kembali. Salah satu cara untuk mendinamisasikan kembali melalui penerapan teori Situasional.
1. Tahu
Tidak Mau
2. Tidak Tahu
Mau
3. Tahu
Mau
4. Tidak Tahu
Tidak Mau

1.      Tahu tapi Tidak Mau
Perlakuan bagi tipikal seperti ini dilakukan dengan cara memberitahukan ke jangkauan masa depan serta di berikan motivasi dan gambaran mengenai dampak yang akan dihasilkan dalam melakukan satu hal. Untuk membangkitkan gairahnya dalam kehidupan kelompok dengan, memberitahukan keuntungan yang didapatkan berdasarkan perkenan yang diberikan. Dengan demikian maka individu dengan tipikal tersebut akan kembali bergairah untuk melaksanakan tugas dalam kelompok
2.      Tidak tahu tapi Mau
Individu dengan tipikal situasional seperti ini dapat diberdayakan melalui pemberian pelatihan sesuai kebutuhan kelompok. Tipikal seperti ini memiliki motivasi yang sangat tinggi jadi sangat tepat untuk diberikan pelatihan ataupun pengarahan mengani apa yang harus dilakukan.
3.      Tahu dan Mau
Tipikal ini sangat bagus dan memiliki potensi yang sangat besar untuk kemajuan suatu kelompok. Tipikal seperti ini memiliki motivasi untuk melakukan perubahan dan pengembangan karena memiliki dasar pengetahuan serta didukung dengan kemauan. Langkah yang harus diambil oleh fasilitator dalam menghadapi tipikal seperti ini, dilakukan dengan cara pendelagasian atau pemberian pekerja serta tanggung jawab.
4.      Tidak Tahu dan Tidak Mau
Penangan dalam tipikal ini memerlukan strategi. Dalam meberdayakanya dapat dilakukan dengan cara, memberikan pelatihan, memberikan motivasi, serta diberikan anggun awan namun melalui pengawasan yang otoriter, karena tipikal cenderung keras kepala.

Teori Situasional ini sangat tepat untuk mendinamisasikan kelompok agar setiap karakteristik individu dari kelompok terwadahi dengan benar, karena bisa saja individu mau melakukan sesuatu karena didukung oleh situasi sosialnya, begitupun sebaliknya. 

Comments